Jemaah Haji Indonesia Ditangkap Pihak Keamanan Saudi

Jemaah Haji Indonesia Ditangkap Aparat Keamanan Saudi

Seorang jemaah haji Indonesia tersangkut kasus hukum di Arab Saudi karena merekam perempuan warga setempat tanpa izin. Namun jemaah haji tersebut tidak ditahan dan diizinkan meneruskan pelaksanaan ibadah hajinya.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Yusron B Ambary bukan berarti kasus hukumnya sudah selesai.
Yusron mengatakan jemaah yang tersandung kasus pengambilan video tanpa izin masih diperbolehkan melanjutkan rangkaian ibadah haji sambil menunggu proses perkembangan hukum. “Untuk saat ini dia memang masih dibebaskan dan boleh melanjutkan pelaksanaan ibadah hajinya. KJRI akan terus memantau apakah akan ada tuntutan hak khusus dari pihak perempuan yang diambil videonya itu,” kata Yusron dalam keterangan tertulis Kementerian Haji dan Umrah, Jumat (15/5).

Baca Juga : Cara Daftar Antrean Rawdah Lewat Aplikasi Nusuk

Selain kasus perekaman video, aparat keamanan Arab Saudi juga menangani empat perkara penjualan dam ilegal. Salah satu terduga pelaku telah dibebaskan bersyarat karena penyidik belum mengumpulkan bukti yang cukup.

Sebanyak 15 orang itu diantaranya menjalani pemeriksaan di Khororah. Sedangkan empat lainnya diperiksa di Al-Mansyur. Tim perlindungan jemaah KJRI Jeddah telah mendatangi kantor polisi dan menemui seluruh WNI yang diperiksa.

Baca Juga : Bikin Panik! Harga Tiket Pesawat Umrah Naik Hingga 6,5 Juta

Dari 19 WNI yang diperiksa, dua orang telah mendapat pembebasan bersyarat. Selain kasus merekam tanpa izin, kasus lainnya yang mendapatkan bebas bersyarat adalah kasus penjualan dam. Kasus lainnya adalah promosi layanan haji ilegal. Yusron menekankan bahwa status 19 WNI tersebut saat ini masih sebagai tertuduh, bukan tersangka. Aparat keamanan Arab Saudi memiliki waktu lima hari untuk mengumpulkan bukti, dan jika belum lengkap, masa penahanan dapat diperpanjang hingga 20 hari.

KJRI juga meminta WNI di Arab Saudi mematuhi aturan setempat, termasuk larangan mengambil gambar orang lain tanpa izin. “Jangan mengambil foto orang lain tanpa izin dan lain sebagainya,” kata Yusron.

Baca Juga : Dapatkan Nomor Porsi Haji Khusus Cuma 10 Juta!

Dari kejadian tersebut kami PT. Amanu menghimbau kepada calon jamaah umroh maupun haji yang mau beragkat untuk selalu mematuhi aturan setempat. Kita adalah tamu sudah selayaknya menghormati dan mematuhi aturan dari tuan rumah yaitu Saudi.

Berikut himbauan bagi jemaah umroh maupun haji Indonesia yang mau atau sudah berangkat di Tanah Suci.

  • Hindari / Stop Live Streaming saat momen ibadah
  • Jangan mendokumentasikan evakuasi medis atau jenazah
  • Jangan mendokumentasikan di tempat-tempat seperti imigrasi atau di area perkantoran
  • Dilarang mengambil gambar atau video warga lokal atau jamaah lain tanpa izin (terutama wanita dan anak-anak)
  • Dilarang merekam petugas keamanan yang bertugas tanpa izin
  • Dilarang berteriak atau menimbulkan suara keras (kegaduhan) saat beribadah

HIMBAUAN BAGI JAMAAH UMROH / HAJI

Dengan mematuhi aturan, kita menjaga kenyamanan bersama dan keselamatan diri sendiri, semoga Allah memudahkan langkah kita menuju Tanah Suci untuk umroh maupun haji.

 

Editor : Gus Agus