Hati-Hati Untuk Yang Perdana Umrah Ramadhan!
Terkhusus untuk yang perdana umrah program Full dan Akhir Ramadhan. Simak informasi berikut ini agar tidak salah.
Umrah sudah kita ketahui keutamaannya. Sebagaimana amalan ada yang memiliki keistimewaan jika dilakukan pada waktu tertentu, demikian pula umrah. Umrah di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa jika dibandingkan dengan umrah di bulan lainnya yaitu senilai ibadah haji bahkan seperti haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ
Artinya : “Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).
Dalam lafazh lain disebutkan,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
Artinya : “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).
Baca juga : Umrah Syawal Dengan Rute Nyaman, Terbang Dari Solo-Balik Juga Langsung Ke Solo.
Tetapi perlu dingat bahwa umrah di bulan ramadhan mempunyai ujian dan tantangan tersendiri yang lebih berat dibandingkan dengan umrah dibulan lainnya. Bukan untuk menakut-nakuti hanya menghimbau agar calon jamaah umrah di bulan ramadhan lebih bisa mempersiapkan mulai dari sekarang.
- Latihan Fisik Rutin: Lakukan jalan kaki santai 20-30 menit atau jogging ringan untuk meningkatkan stamina dan pernapasan. Ini penting karena ibadah umroh melibatkan banyak jalan kaki, terutama saat thawaf dan sa’i yang bisa mencapai 5 km lebih.
- Penguatan Otot: Lakukan peregangan untuk menguatkan kaki dan punggung guna mencegah nyeri otot. Alternatif lain adalah bersepeda untuk melatih kekuatan kaki.
- Menjaga Pola Makan dan Nutrisi: Konsumsi makanan seimbang, perbanyak sayur dan protein. Kurangi makanan berminyak, serta perbanyak minum air putih untuk hidrasi tubuh.
- Pemeriksaan Kesehatan: Lakukan medical check-up untuk mengetahui kondisi kesehatan, terutama bagi lansia atau yang memiliki penyakit bawaan (jantung, diabetes, tekanan darah).
- Vaksinasi: Pastikan mendapatkan vaksin meningitis, polio dan vaksin lain yang dianjurkan (seperti influenza) untuk menjaga imunitas.
- Persiapan Obat-obatan dan Vitamin: Bawa obat-obatan rutin, vitamin, dan obat dasar (pereda nyeri, obat masuk angin) untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Istirahat Cukup: Atur pola tidur untuk membiasakan diri bangun malam dan menjaga energi tetap stabil.
Baca juga : Umroh 2x Jum’at Liburan Bulan Juni Tahun 2026
Berikut tantangan atau ujian yang sering dihadapi jamaah ketika umrah di bulan Ramadhan:
- Cuaca Ekstrim: Cuaca di Makkah yang relatif panas dibandingkan di Indonesia tubuh harus cepat berdaptasi, hal ini juga menjadi faktor tantangan tambahan. Dehidrasi, kelelahan, hingga penurunan daya tahan tubuh kerap dialami jamaah yang kurang mempersiapkan diri
- Berpuasa Saat Beribadah: Jamaah diwajibkan berpuasa, namun tetap dituntut melakukan aktivitas fisik intensif seperti Thawaf dan Sa’i dan ibadah sunnah lainnya.
- Jarak Tempuh & Kepadatan: Jarak hotel ke Masjidil Haram sering kali lebih jauh dibandingkan dengan umrah dibulan lainnya dikarena harga umrah di bulan ramadhan sangat mahal apalagi program dengan paket-paket panjang, dan kepadatan jamaah yang luar biasa (terutama di 10 malam terakhir) menuntut stamina fisik yang prima.
- Kurang Tidur: Aktivitas ibadah sering berlanjut hingga malam hari (Shalat Tarawih dan Qiyamul Lail), sehingga waktu istirahat sangat terbatas.
Baca Juga : Simak Cara Manasik Yang Benar Dan Berurutan
- Kepadatan & Antrean: Masjidil Haram sangat ramai saat bulan ramdhan. Sabar diperlukan ketika antre lift di hotel, jalan menuju masjid, mencari tempat shalat, antre wudhu bahkan untuk pergi ke toilet.
- Kondisi Lingkungan: Menghadapi cuaca panas dibandingkan dengan cuaca Indonesia, kerumunan yang berdesak-desakan, dan perilaku jamaah lain dari berbagai budaya menuntut tingkat kesabaran yang tinggi.
- Manajemen Waktu: Sabar dalam menyeimbangkan antara ibadah dan beristirahat agar tubuh tidak tumbang.
- Godaan Ibadah Berlebih: Rasa ingin melakukan ibadah terus-menerus padahal fisik sudah tidak mampu, menuntut sabar untuk tahu batasan kemampuan diri.
Seperti firman Allah dalam surat Az Zumar 39:10
نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. [Az-Zumar/39:10]
- Melawan Ego & Keinginan: Ikhlas dalam menerima ketetapan contohnya jika tidak bisa shalat di dalam area utama Masjidil Haram atau di depan Ka’bah karena padatnya jamaah.
- Menghindari Riya: Menjaga hati agar tetap beribadah semata-mata karena Allah, bukan sekadar gaya hidup atau untuk dipamerkan, terutama mengingat umrah ramadhan sangat populer.
- Menerima Ujian: Ikhlas menghadapi hal-hal di luar kendali yang tidak kita inginkan dan menganggapnya sebagai bagian dari ujian ibadah.
- Mengutamakan Ibadah daripada Kenyamanan: Ikhlas menahan haus dan lapar, serta rasa lelah demi meraih pahala yang setara haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Artinya : “Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung pada niat. Maka, barangsiapa yang berhijrah dalam rangka memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya benar-benar akan mendapatkan balasan berhijrah menuju Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan dunia atau wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya akan memperoleh apa yang dia niatkan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan persiapan fisik yang matang, manajemen emosi yang baik (sabar), dan niat yang lurus (ikhlas), tantangan dan ujian sejatinya menjadi ladang pahala yang berlipat ganda.
Editor : Gus Agus