Apa Itu Maqam Ibrahim?
Maqam Ibrahim (مقام إبراهيم) dalam bahasa Arab, “al-maqam” berarti “tempat pijakan”. Jadi maqam Ibrahim adalah batu kecil yang dibawa oleh Nabi Isma’il Alaihisalam ketika membangunkan Ka’bah, digunakan sebagai pijakan Nabi  Ibrahim Alaihisalam untuk berdiri dalam membangun ka’bah.Awalnya batu tersebut menempel di dinding Ka’bah, tetapi kemudian dijauhkan dari dinding Ka’bah beberapa meter pada masa ‘Umar bin Khattab. Pada masa setelahnya, batu tersebut ditutupi perak dan dikurung dalam struktur seperti sangkar. Jadi Maqam Ibrahim bukanlah makam atau kuburan Nabi Ibrahim Alaihisalam.

Maqam Ibrahim berbentuk batu lebar kecil letaknya sekitar 20 hasta di sebelah timur Ka’bah, sedangkan bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim Alaihisalam memiliki spesifikasi panjang 27 cm, lebar 14 cm, dan berkedalaman 10 cm, serta masih tampak jelas dan dapat dilihat hingga sekarang.

Baca Juga : Mengenal Makam Baqi’

Meskipun Maqam Ibrahim memiliki nilai spiritual yang tinggi, terdapat beberapa larangan yang harus diperhatikan oleh jamaah. Salah satu larangan utama adalah mengusap-usap atau menyentuh batu Maqam Ibrahim dengan keyakinan bahwa tindakan tersebut akan membawa berkah. Tindakan semacam ini dikhawatirkan mengandung unsur penyembahan atau penghormatan yang berlebihan, yang dapat menjurus pada syirik. Oleh karena itu, para petugas sering kali mengingatkan jamaah untuk tidak melakukan hal tersebut.

Di sinilah Nabi Ibrahim Alaihisalam mulai menyerukan kepada seluruh umat manusia tentang kewajiban haji. Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, para jemaah haji atau umrah biasanya akan langsung bergegas menuju ke belakang Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunah 2 rakaat.

Tonton Video Maqom Ibrahim

Shalat sunah ini dianjurkan Allah Subhanhuwata’ala kepada hamba-Nya, yang tertuang dalam Al-Qur’an:

وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”
(QS.Al-Baqarah ayat :125)

Maqam Ibrahim bukan hanya sekadar tempat untuk shalat, tetapi juga simbol dari proses pembangunan Ka’bah. Batu yang mengandung jejak kaki Nabi Ibrahim Alaihisalam mengingatkan umat Islam akan dedikasi  dalam menaati perintah Allah. Maqam Ibrahim juga menjadi pengingat akan ketekunan dan ketaatan Nabi Ibrahim Alaihisalam dalam menjalankan amanah Allah. Kisah beliau menjadi teladan yang inspiratif, mendorong umat Islam untuk lebih kuat dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah.