Mengenal Makam Baqi'

Mengenal Makam Baqi’
Makam Baqi atau Jannatul Baqi’ adalah pemakaman umat Islam pertama yang terletak di Hijaz Madinah (disebelah Masjid Nabawi) memiliki luas sekitar 174.962 meter persegi.. Tempat ini memiliki kedudukan yang sangat mulia karena menjadi tempat dimakamkannya keluarga, sahabat Rasulullah ﷺ dan tokoh penting serta ulama besar dalam sejarah Islam. Asal usul Jannatul Baqi’ adalah diambil dari kata Jannatul yang berarti kebun atau taman sedangkan Al-Baqi’ yang berarti pepohonan. Berarti Jannatul Baqi’ adalah taman yang di tumbuhi pepohonan. Dikarenakan dahulu sebelum menjadi tempat pemakaman umum islam di kawasan tersebut ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan dan salah satunya yang paling banyak yaitu Pohon Gharqad, yaitu pohon berduri yang sangat besar.

Baca Juga : Tata Cara Pelaksanaan Umrah

Pemakaman Baqi sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ, ketika itu sahabat pertama dari kalangan kaum Muhajirin yang pertama kali di makamkan di Jannatul Baqi ialah Utsman bin Madz’un radhiyallahu anhu, sedangkan dari kalangan kaum Anshar ialah As’ad bin Zurarah radhiyallahu anhu. Pemakaman Baqi juga menjadi makam bagi para istri nabi selain Khadijah binti Khuwailid dan Maimunah binti Al-Harits. Sedangkan para sahabat yang berjumlah sekitar 10.000 juga dimakamkan di Jannatul Baqi seperti, Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abu Waqqash, Abu Sa’id Al-Khudri dan sahabat lainnya. Anak-anak dan cucu nabi juga dimakamkan di pemakaman Baqi seperti, Ibrahim, Fathimah Az-Zahra, dan Hasan bin Ali. Akan tetapi, tidak semua sahabat dan tabi’in yang dimakamkan di pemakaman Baqi.

Saat tiba di pemakaman Baqi, dianjurkan untuk mengucapkan salam dan doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah ﷺ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ غَدًا مُؤَجَّلُونَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَهْلِ الْبَقِيعِ الْغَرْقَدِ

Artinya : “Salam sejahtera atas kalian, wahai penghuni tempat kaum beriman. Telah datang kepada kalian apa yang dijanjikan untuk besok, dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi Al-Gharqad.”

Keutamaan ziarah kubur sangat banyak, utamanya adalah mengingatkan akan kematian, melembutkan hati, dan mempertebal keimanan akan akhirat, sehingga mendorong untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati, serta menjadi sarana mendoakan ahli kubur. Selain itu, jemaah haji dan umrah yang meninggal di Madinah juga dimakamkan di permakaman Baqi. Bahkan, tak sedikit jemaah haji dan umrah berharap meninggal di Madinah, disalatkan di Masjid Nabawi, dan kemudian dimakamkan di Baqi.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar, Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَفْعَلْ، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا

Artinya : “Siapa yang bisa memilih mati di Madinah, silahkan dia lakukan. Karena saya akan memberi syafaat bagi mereka yang mati di Madinah.”
(HR. Ahmad 5437, Turmudzi 4296 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam hal ini makna “Siapa yang bisa memilih mati di Madinah, silahkan dia lakukan” ini bukan berarti mati di sengaja atau bunuh diri melainkan sudah menjadi takdir atau ketetapan Allah ketika meninggal di Madinah.

Baca Juga : Bolehkan Berdo’a Meminta Meninggal di Tanah Suci?

Beberapa hal yang harus di hindari ketika ziarah kubur khususnya dimakam baqi’, tidak boleh berdoa dengan keras, mengusap atau mengambil tanah kuburan, meminta sesuatu kepada penghuni kubur.
Bagi jamaah khususnya laki-laki yang ingin berziarah ke Makam Baqi silahkan daftar umroh atau haji di PT. Amanu, inshaallah ada agenda ziarah untuk ziarah di Makam Baqi dan semoga kelak kita bisa dimatikan dalam keadaan khusnul khatimah di 2 Tanah Suci Makkah atau Madinah.