Hukum Menitipkan Anak Di panti Jompo - Amanu

Hukum Menitipkan Orang Tua ke Panti Jompo

Terkadang dengan kesibukan seorang anak membuat mereka tidak lagi dapat mengurus orang tuanya. Hal ini membuat anak memutuskan untuk menitipkan orang tua mereka ke panti jompo. Namun bolehkah seorang anak menitipkan orang tuanya ke panti jompo?

Baca Juga : Pemerintah Indonesia Terus Lobi Saudi Untuk Akui Sinovac

“Berbakti kepada orang tua hukumnya wajib. Apalagi saat beliau sudah lanjut usia dan tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Ini lebih wajib lagi,” kata Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustadz Abdullah Zaen Lc.,MA. pada Senin (1/11).

Beliau menjelaskan, Rasulullah ﷺ mendoakan celaka anak yang diberi kesempatan bisa menjumpai usia lanjut orangtuanya, lalu ia tidak memanfaatkannya untuk mengejar surga.

“رغم أنف عبد أدرك والديه أو أحدَهما فلم يَدْخُل الجنة”

“Celakalah seseorang yang berkesempatan menjumpai kedua orangtuanya menginjak usia lanjut, namun hal itu tidak menyebabkannya masuk surga.” HR. Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban serta al-Baihaqy dalam al-Kubra dan ini merupakan redaksi beliau. Al-Albaniy menilai hadits ini hasan sahih.

“Kaidah menyebutkan bahwa “balasan itu sesuai dengan perbuatan”. Barangsiapa yang durhaka kepada orang tuanya, maka kelak anak dia akan durhaka kepadanya,” ucap Ustadz lulusan S2 jurusan Aqidah, Universitas Islam Madinah ini.

Beliau melanjutkan, terlebih lagi telah ditegaskan dalam sebuah hadits bahwa azab atas perbuatan durhaka kepada orang tua akan diterima pelakunya di dunia, sebelum di akhirat.

‌اثْنانِ ‌يُعَجِّلُهُما ‌الله ‌فِي ‌الدُّنْيا: البَغْيُ وعُقُوقُ الوالدين

“Dua dosa yang dipercepat balasannya di dunia oleh Allah, yaitu berlaku zalim dan durhaka kepada kedua orang tua.” HR. Thabaraniy dan isnadnya dinilai hasan oleh al-Munawiy.

Baca Juga : Syarat Bisa Umroh di Masa Sekarang

 

 

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

× Hubungi Kami