Mekah Akan Punya Bandara Sendiri, Benarkah?

Mekah Akan Punya Bandara Sendiri, Benarkah?

Solo, Amanu News – Mekkah adalah kota suci umat Islam yang berada di Arab Saudi akan punya bandara sendiri. Selama ini, jamaah  yang akan melaksanakan ibadah umrah maupun haji harus mendarat di bandara Madinah dan Jeddah. Proyek ini nantinya menjadi bagian dari transformasi infrastruktur untuk mendukung mobilitas jutaan jamaah setiap tahunnya serta visi Arab Saudi 2030.

Baca Juga :  Haji Khusus Masa Tunggu Cuma 7-9 Tahun, Resmi Kuota Dari Pemerintah Indonesia

Menurut Gulf News, Jumat (3/4/2026), rencana pembangunan Bandara Mekah dan sistem metro tersebut secara resmi diumumkan untuk pertama kalinya. Hal tersebut menandai keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi di kota suci Mekah khususnya. CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekah dan tempat-tempat suci, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan pembangunan bandara Mekah secara arah investasi strategis dan ekonomi telah mendapatkan persetujuan. Saleh Al-Rasheed menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan model investasi yang sesuai tanpa memengaruhi kelayakan bandara di kota-kota tetangga.

Baca Juga : Umrah 13 Hari 2x Jumat Cukup 29 Jutaan Saja!

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Pemerintah Arab Saudi juga mengembangkan sistem berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman jamaah. Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah konsep “Mekah Pintar” yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mengelola pergerakan jamaah di sekitar Masjidil Haram. Saleh Al-Rasheed dalam penjelasannyamengungkapkan bahwa sistem ini akan digunakan untuk memantau dan mengatur arus jemaah secara real-time. Teknologi tersebut juga mencakup sistem prediksi kepadatan di area vital seperti Jembatan Jamarat dan zona pusat kota. Selain itu, pemanfaatan pencitraan udara akan diintegrasikan dengan aplikasi “Balady“, sehingga informasi yang diberikan lebih akurat dan membantu jamaah dalam menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.

Saleh Al-Rasheed juga menyoroti peningkatan transportasi, termasuk peluncuran “Mekkah Taxi” yang menggunakan kendaraan modern dilengkapi dengan sistem pelacakan dan opsi pembayaran elektronik, serta kendaraan listrik dan hibrida. Jaringan bus Mekah saat ini mengoperasikan 400 bus di 12 rute, mencakup sebagian besar lingkungan dan melayani 430 halte, selain empat stasiun utama di area pusat. “Sejak operasi dimulai pada Februari 2022, pengguna layanan telah melampaui 185 juta penumpang, dengan lebih dari 3,8 juta perjalanan yang telah diselesaikan,” katanya.

Baca Juga : Umroh Solo Langsung Jeddah Tanpa Transit, Anti Capek-capek Perjalanan.

Di tingkat infrastruktur, Saleh Al-Rasheed mencatat perluasan fasilitas layanan di sekitar Masjidil Haram, termasuk 60 bangunan perawatan dan 32 eskalator listrik, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan ibadah Haji.

 

Editor : Gus Agus