Pingin Do'amu Cepat Terkabul, Lakukan Cara Ini!

Pingin Do’amu Cepat Terkabul? Lakukan Cara Ini!

Doa adalah permohonan, pengaduan, pujian, atau ungkapan harapan yang disampaikan seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Doa merupakan bentuk ibadah yang mencerminkan ketergantungan manusia kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa. Berdoa mempunyai cara dan adab agar doa-doa kita segera di kabulkan oleh Allah Ta’ala.

  • Cara 1

Tidak Boleh Berkata, “Aku Sudah Berdoa Lalu Tidak Terkabul”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia berdo’a bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa?’ Kemudian Rasulullah menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku telah berdo’a dan berdo’a, namun tak juga aku melihat do’aku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan do’a tersebut.” (HR. Muslim, no. 2735)

Baca Juga : Cara Daftar Antrean Rawdah Lewat Aplikasi Nusuk

  • Cara 2

Menghadirkan Hati Ketika Memanjatkan Doa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

  • Cara 3

Menyanjung Allah Lalu Berdoa
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ada seorang Arab Badui menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Ajarkanlah kepadaku suatu kalimat yang aku bisa mengucapkannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah:

LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, ALLAHU AKBAR KABIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIROO, WA SUBHANALLAHI ROBBIL ‘ALAMIN, WA LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘AZIZIL HAKIM

” Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang banyak, Maha Suci Allah Rabb semesta alam, serta tidak ada daya dan upaya kecuali bersama Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Baca Juga : Makkah Akan Punya Bandara Sendiri, Benarkah?

  • Cara 4

Bershalawat kepada Nabi Saat Berdoa
Ibnul Qayyim menyatakan bahwa ada tiga tingkatan dalam bershalawat saat doa:
a. Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah.
b. Bershalawat di awal, pertengahan dan akhir doa.
c. Bershalawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang diminta di pertengahan doa.

Umar radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَىْءٌ حَتَّى تُصَلِّىَ عَلَى نَبِيِّكَ -صلى الله عليه وسلم-

“Sesungguhnya doa itu diam antara langit dan bumi, tidak naik ke atas hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi, no. 486. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini hasan.)

Baca Juga : Dapatkan Nomor Porsi Haji Khusus Resmi Cuma 10 Jutaan!

  • Cara 5

Cara Mengangkat Tangan Ketika Berdoa
Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Ada dua cara mengangkat tangan ketika berdoa secara umum yang disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali:
1. Mengangkat tangan dengan menjadikan bagian punggung telapak tangan diarahkan ke arah kiblat, sambil yang berdoa menghadap kiblat, sedangkan bagian dalam telapak tangannya diarahkan ke arah wajah. Riwayat cara ini adalah dari contoh doa istisqa yang dipraktikkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Mengangkat kedua tangan dengan menjadikan bagian dalam telapak tangan dihadapkan ke langit, lantas punggung telapak tangan dihadapkan ke bumi.

  • Cara 6

Bentuk Tawassul dalam Doa
Tawassul dengan menyeru nama dan sifat Allah seperti: Yaa Rabbi, Yaa Hayyu Yaa Qayyum.
Tawassul dengan menyebut amalan shalih yang terbaik.
Tawassul dengan perantaraan doa orang shalih yang masih hidup.

Baca Juga : Biro Umroh Istimewa & Terbaik di Solo Raya

  • Cara 7

Adab-Adab Berdoa Lainnya
– Percaya kepada janji Allah bahwa doa itu terkabul.
– Memilih waktu terbaik untuk berdoa.
– Benar-benar merasa membutuhkan Allah.
– Berdoa dalam keadaan suci.
– Mengangkat tangan saat berdoa.
– Dahului dengan taubat dan istigfar, seperti doa Nabi Yunus ‘alaihis salam yang mengakui kezalimannya terlebih dahulu:

LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat aniaya”

– Meminta dengan penuh pengharapan yang besar dan rasa takut.
– Bertawassul dengan nama dan sifat Allah.
– Mendahului doa dengan sedekah.
– Memilih doa yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

 

Sumber : Rumaysho
Editor : Gus Agus