Saudi Sambut Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini

Bumi akan menyaksikan sebuah peristiwa astronomi yang sangat langka dan istimewa pada 2 Agustus 2027, yang digolongkan sebagai salah satu fenomena paling menonjol pada abad ke-21. Pada titik maksimum, fase totalitas akan berlangsung sekitar 6 menit 23 detik, menjadikannya gerhana total terpanjang yang melintasi daratan sejak 1991 dan tidak akan terlampaui hingga sekitar tahun 2114.

Peristiwa bersejarah ini juga menjadi gerhana matahari total yang belum pernah disaksikan Arab Saudi selama lebih dari 75 tahun. Pada hari tersebut, akan terjadi salah satu gerhana matahari total dengan durasi terpanjang pada abad ini, menghadirkan pemandangan langka ketika cahaya siang berubah menjadi kegelapan sementara di wilayah yang dilalui jalur gerhana.

Baca Juga : Umroh 13 Hari Landing Madinah 19 September 2026

Jalur gerhana total akan melintasi sebagian besar wilayah Arab Saudi bagian barat dan selatan, sehingga menempatkan kerajaan sebagai salah satu lokasi strategis di dunia untuk mengamati dan mendokumentasikan fenomena ini.

Saudi Sambut Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini

Wilayah yang dapat menyaksikan totalitas adalah:

  • Arab Saudi (termasuk Mekkah dan Jeddah)
  • Spanyol bagian selatan
  • Gibraltar
  • Maroko
  • Aljazair
  • Tunisia
  • Libya
  • Mesir
  • Yaman
  • Somalia

Sementara itu, durasi gerhana total terpanjang diperkirakan akan terjadi di wilayah Mesir yang berbatasan dengan jalur tersebut.

Saudi Sambut Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini

Badan Antariksa Arab Saudi menjelaskan bahwa penduduk dan pengunjung di wilayah barat serta selatan kerajaan akan dapat menyaksikan gerhana secara total. Di beberapa daerah selatan, seperti Kota Abha, matahari akan tertutup sepenuhnya selama sekitar enam menit.

Baca Juga : Cara Daftar Kuliah Di Universitas Islam Madinah UIM 2026

Sementara itu, di Jeddah dan beberapa wilayah pesisir barat, durasi gerhana total diperkirakan mencapai sekitar 5 menit 50 detik. Waktu yang relatif panjang ini memberikan kesempatan emas bagi para peneliti maupun penggemar astronomi untuk mempelajari korona Matahari. Adapun wilayah lain di Arab Saudi, yaitu bagian tengah, timur, dan utara, tetap akan mengalami gerhana, tetapi dalam bentuk gerhana sebagian dengan tingkat penutupan yang berbeda-beda.

Di beberapa lokasi, cakupan gerhana diperkirakan mencapai sekitar 80 persen. Durasi, persentase penutupan, serta waktu mulai dan berakhirnya gerhana akan berbeda secara rinci sesuai dengan letak geografis masing-masing kota dan wilayah. Badan Antariksa Arab Saudi juga menegaskan pentingnya mematuhi petunjuk keselamatan saat mengamati gerhana. Masyarakat diimbau untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan kacamata khusus gerhana atau teleskop yang dilengkapi filter pelindung demi menjaga kesehatan mata.

Baca Juga : Program Haji Khusus Terencana PT. Amanu Cukup Dengan 10 Juta

Apakah bisa dilihat dari Indonesia?
Tidak. Indonesia berada di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari saat gerhana berlangsung, sehingga fenomena ini tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.